Gaduh Interpelasi, Didit Jamin Tak Ada Pemakzulan

oleh

PANGKALPINANG-Serumpunbabel.com-Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya menampik beredarnya rumor akan ada pemakzulan terhadap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Hal ini ditegaskan Didit ketika menerima kunjungan puluhan ustad, pimpinan masjid dan Majelis Taklim yang tergabung dalam Forum Bangka Belitung, di ruangannya, Senin (09/05/2018).

“Ini bukan hak angket. Tidak ada itu pemakzulan. Yang ada rencana interpelasi. Itu hak dewan bertanya dan diatur dalam u dang-undang,” katanya menjawab pertanyaan para ustad.

Didit menyambut baik kedatangan para ustad tersebut yang secara khusus ingin bertanya soal belakangan adanya kegaduhan sejak bergulirnya dukungan sejumlah anggota dewan agar menggunakan hak interpelasi.

“Jangan sampai bapak-bapak berpikir kalau kami mau menzolimi Gubernur. Enggak. Kami tidak punya niat memecat beliau. Bukan gawe gile kami neh. Kalau retorika berpolitik, sah-sah saja,” kata dia.

Meski demikian, Didit tak menampik bergulirnya rencana interpelasi karena ada sejumlah persoalan yang harus didialogkan.

Dia memberi contoh, dalam perjanjian kerjasama dengan pemerintah Taiwan.

“Itu MoU dengan Taiwan, sama sekali kita tidak diajak bicara. Bukannya apa, kita mengingatkan kalau Taiwan itu tidak mempunyai hubungan diplomasi dengan kita. Jika terjadi apa-apa dengan anak-anak kita yang saat ini ada di sana, itu yang akan repot DPRD juga. Intinya, kita mengingatkan gubernur, melakukan perjanjian itu harus hati-hati,” ujarnya.

Kedua, dikatakan Didit, terkait keberadaan Tim Komunikasi Gubernur (TKG).

“Kalau bisa TKG ini dibubarkan saja. Kita lihat di Perda, itu tidak ada. Kita pernah bertanya, kalau TKG itu apakah menggunakan dana APBD. Tapi oleh Bambang (Bambang Arisatria, Koordinator TKG -red), itu disebutkan tidak menggunakan APBD. Tapi, kita lihat SK Gubernur, itu menggunakan APBD. Salah tidak kalau kami bertanya ini,” kata dia.

Kemudian, permasalahan ketiga, menurut Politisi PDIP Babel ini, menyangkut pendirian pabrik pengolahan zircon dan elmenite.

“Ku lah ngomong ke Pak Gub, jauh-jauh hari kirim surat dulu, itu dibuatkan Perda dulu. Tapi beliau agik ngotot Pergub. Statemen yang kami dapat dari BATAN, itu harus Perda, bukan Pergub. Karena zircon dan elmenite itu tak boleh diekspor, itu tanggungjawab kita,” tutur Didit.

Melalui forum pertemuan dan tanya jawab kepada Gubernur, dikatakannya akan menjadi kesempatan bagi DPRD untuk bertanya langsung kepada orang nomor satu di Bangka Belitung ini.

“Kami bertanya, beliau menjawab. Ya sudah, clear. Kenapa harus ribut, tidak akan ada ribut-ribut. Kami juga tidak akan ribut,” ujar dia.

Salah satu perwakilan para ustad tersebut, Hendi Kurnia mengatakan sengaja datang menemui pimpinan dewan untuk mengetahui duduk persoalan hal yang kini menjadi “bola panas”.

“Apalagi itu ada yang dipleset-plesetkan orang di facebook. Dari jamaah kami banyak yang bertanya. Ada problem di Babel, rakyat jadi resah gelisah. Kenapa harus ada interpelasi, kenapa tidak ada dialog saja,” katanya. (nfg)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *